Wednesday, December 25, 2013

Giberelin



Topik Pembahasan : Giberelin (Zat Pengatur Tumbuh)
Disampaikan pada presentasi perkuliahan MK. Fisiologi Tanaman Lanjutan

1. Pengertian Hormon Tumbuhan
Menurut Frank Salisbury and Cleon W Ross (1992).,Hormon tumbuhan adalah senyawa organik yang disintesis di salah satu bagian tumbuhan dan dipindahkan ke bagian lain, dan pada konsentrasi yang sangat rendah mampu menimbulkan suatu respons fisiologis

2. Sejarah Giberelin
a) Ditemukan di Jepang pada tahun 1930 pada kajian terhadap tanaman padi yang sakit, tumbuh terlalu tinggi sehingga tidak mampu menopang dan akhirnya mati akibat kelemahan ini ditambah kerusakan oleh parasit.
b) 1890 an orang Jepang menyebutnya penyakit bakanae yang disebabkan oleh cendawan Gibberella fujikuroi.
c) Tahun 1926.,Beberapa ahli Patologi tumbuhan mendapatkan bahwa ekstrak cendawan Gibberella fujikuroi yang disemprotkan ke tanaman padi menimbulkan gejala yang sama dengan cendawan itu sendiri.  Hal ini mengindikasikan bahwa bahan kimia tertentu menimbulkan penyakit tersebut.
d) Tahun 1930an T Yabuta dan T Hayashi memisahkan suatu senyawa aktif dari cendawan Gibberella fujikuroi, yang mereka namakan Giberelin.
e) Tahun 1990., Telah ditemukan 84 jenis giberelin pada berbagai jenis cendawan dan tumbuhan. Namun hanya 73 jenis yang berasal dari tumbuhan tingkat tinggi, 25 jenis dari cendawan Gibberella dan 4 jenis dari keduanya.


3. Struktur molekul Giberelin Acid (GA)
Biji tumbuhan sejenis mentimun (Sachium edule) mengandung 20 macam giberelin, Biji kacang hijau (Phaseolus vulgaris) mengandung 16 macam giberelin.  Beberapa jenis tanaman lainnya juga memiliki giberelin, namun dalam jumlah yang lebih sedikit.

4. Kharakteristik Asam Giberelin ;
a) Semua giberelin memiliki 19 – 20 atom karbon, yang bergabung dalam system cincin 4 atau 5.
b) Semua cincin kelima adalah cincin lakton yang terlihat menempel pada cincin A giberelin
c) Semua giberelin mempunyai satu gugus karboksil yang melekat pada karbon 7 dan beberapa diantaranya memiliki karboksil tambahan yang terletak pada karbon 4 sehingga semuanya dapat disebut asam giberelin
d) Giberelin terdapat pada angiospermae, gymnospermae, paku-pakuan, lumut, ganggang dan dua jenis cendawan serta dua jenis bakteri

5. Fenomena Giberelin
a) Proses metabolic penting lainnya adalah perubahan giberelin yang aktif sekali menjadi kurang aktif.
Contohnya ; Tajuk Cemara Douglas, yang dalam responnya terhadap giberelin menunjukkan sedikit pertumbuhan vegetatif, dapat secara efektif menghidroksilasi GA4menjadi GA34 yang jauh kurang efektif.
b) Biji yang bekum matang mengandung giberelin dalam jumlah cukup tinggi dibandingkan dengan tumbuhan lainnya, dan ekstrak bebas sel dari biji beberapa spesies dapat mensintesis giberelin
c) Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kandungan giberelin yang tinggi didalam biji dihasilkan dari biosintesis.
d) Daun muda diduga menjadi tempat utama sintesis giberelin.  Hal ini berdasarkan percobaan berikut ini, apabila ujung tajuk dan daun muda dipangkas dan tunggul batangnya diberi giberelin, maka pemanjangan batang akan terpacu dibandingkan dengan batang yang terpotong tanpa diberi giberelin.
e) Khusus giberelin, selain melalui difusi pengangkutan juga berlangsung melalui xylem, floem dan tidak polar.
f) Bukan hanya bermanfaat terhadap organ batang, giberelin juga bermanfaat bagi akar namun giberelin eksogen menimbulkan efek kecil pada pertumbuhan akar bahkan menghambat pertumbuhan akar liar.
g) Perlukaan beruang kali pada bagian akar menyebabkan konsentrasi giberelin pada bagian tajuk menurun tajam. Hal ni membuktikan bahwa sebagian besarpasokan giberelin pada tajuk berasal dari akar melalui xylem.  Hipotesa yang muncul adalah akar yang dilukai berulang kali tidak dapat menyediakan air dan hara mineral dalam jumlah yang cukup untuk mempertahankan kemampuan tajuk dalam mensisntesis giberelin sendiri.

No comments:

Post a Comment