Topik
Pembahasan : Giberelin (Zat Pengatur Tumbuh)
Disampaikan
pada presentasi perkuliahan
MK. Fisiologi Tanaman Lanjutan
1. Pengertian Hormon Tumbuhan
Menurut Frank Salisbury and Cleon W Ross (1992).,Hormon
tumbuhan adalah senyawa organik yang disintesis di salah satu bagian tumbuhan
dan dipindahkan ke bagian lain, dan pada konsentrasi yang sangat rendah mampu
menimbulkan suatu respons fisiologis
2. Sejarah Giberelin
a) Ditemukan di Jepang pada tahun 1930
pada kajian terhadap tanaman padi yang sakit, tumbuh terlalu tinggi sehingga
tidak mampu menopang dan akhirnya mati akibat kelemahan ini ditambah kerusakan
oleh parasit.
b) 1890 an orang Jepang menyebutnya
penyakit bakanae yang disebabkan oleh cendawan Gibberella fujikuroi.
c) Tahun 1926.,Beberapa ahli Patologi
tumbuhan mendapatkan bahwa ekstrak cendawan Gibberella
fujikuroi yang disemprotkan ke tanaman padi menimbulkan gejala yang sama
dengan cendawan itu sendiri. Hal ini
mengindikasikan bahwa bahan kimia tertentu menimbulkan penyakit tersebut.
d) Tahun 1930an T Yabuta dan T Hayashi
memisahkan suatu senyawa aktif dari cendawan Gibberella fujikuroi, yang mereka namakan Giberelin.
e) Tahun 1990., Telah ditemukan 84
jenis giberelin pada berbagai jenis cendawan dan tumbuhan. Namun hanya 73 jenis
yang berasal dari tumbuhan tingkat tinggi, 25 jenis dari cendawan Gibberella dan 4 jenis dari keduanya.
3. Struktur molekul Giberelin Acid (GA)
Biji tumbuhan sejenis mentimun (Sachium edule) mengandung 20 macam giberelin, Biji kacang hijau (Phaseolus vulgaris) mengandung 16 macam
giberelin. Beberapa jenis tanaman
lainnya juga memiliki giberelin, namun dalam jumlah yang lebih sedikit.
4. Kharakteristik Asam Giberelin ;
a) Semua giberelin memiliki 19 – 20 atom karbon, yang
bergabung dalam system cincin 4 atau 5.
b) Semua cincin kelima adalah cincin lakton yang terlihat
menempel pada cincin A giberelin
c) Semua giberelin mempunyai satu gugus karboksil yang
melekat pada karbon 7 dan beberapa diantaranya memiliki karboksil tambahan yang
terletak pada karbon 4 sehingga semuanya dapat disebut asam giberelin
d) Giberelin terdapat pada angiospermae, gymnospermae,
paku-pakuan, lumut, ganggang dan dua jenis cendawan serta dua jenis bakteri
5. Fenomena Giberelin
a) Proses metabolic penting lainnya adalah perubahan
giberelin yang aktif sekali menjadi kurang aktif.
Contohnya ; Tajuk Cemara
Douglas, yang dalam responnya terhadap giberelin menunjukkan sedikit
pertumbuhan vegetatif, dapat secara efektif menghidroksilasi GA4menjadi GA34 yang jauh kurang efektif.
b) Biji yang bekum matang mengandung giberelin dalam jumlah
cukup tinggi dibandingkan dengan tumbuhan lainnya, dan ekstrak bebas sel dari
biji beberapa spesies dapat mensintesis giberelin
c) Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar
kandungan giberelin yang tinggi didalam biji dihasilkan dari biosintesis.
d) Daun muda diduga menjadi tempat utama sintesis
giberelin. Hal ini berdasarkan percobaan
berikut ini, apabila ujung tajuk dan daun muda dipangkas dan tunggul batangnya
diberi giberelin, maka pemanjangan batang akan terpacu dibandingkan dengan
batang yang terpotong tanpa diberi giberelin.
e) Khusus giberelin, selain melalui difusi pengangkutan juga
berlangsung melalui xylem, floem dan tidak polar.
f) Bukan hanya bermanfaat terhadap organ batang, giberelin
juga bermanfaat bagi akar namun giberelin eksogen menimbulkan efek kecil pada
pertumbuhan akar bahkan menghambat pertumbuhan akar liar.
g) Perlukaan beruang kali pada bagian akar menyebabkan
konsentrasi giberelin pada bagian tajuk menurun tajam. Hal ni membuktikan bahwa
sebagian besarpasokan giberelin pada tajuk berasal dari akar melalui
xylem. Hipotesa yang muncul adalah akar
yang dilukai berulang kali tidak dapat menyediakan air dan hara mineral dalam jumlah
yang cukup untuk mempertahankan kemampuan tajuk dalam mensisntesis giberelin
sendiri.
No comments:
Post a Comment