Friday, December 13, 2013

Teknik Penyimpanan Benih Kedelai



Teknik Penyimpanan Benih Kedelai
Penyimpanan benih merupakan salah satu mata rantai terpenting dalam rangkaian kegiatan teknologi benih. Tujuan utama penyimpanan benih adalah untuk mempertahankan viabilitas benih dalam periode penyimpanan yang cukup lama. Purwanti, (2004) menyatakan bahwa kedelai hitam yang disimpan pada suhu rendah (20.6oC) memiliki viabilitas 100 % meskipun telah disimpan selama 6 bulan didalam kantong plastk dan kaleng penyimpanan.  Namun kedelai kuning mengalami penurunan viabilitas setelah disimpan selama 6 bulan dengan perlakuan suhu dan kadar air yang sama dengan kedelai hitam.  Hal ini mengindikasikan bahwa suhu penyimpanan mempengaruhi pelepasan ion (Panobianco dan Vieira, 2007) dan jumlah elektrolit tercuci pada benih (Vieira et al,.2008) serta memiliki interaksi dengan jenis varietas (Singh dan Gunasena,.1975).
Ranaldi (2001), menyatakan bahwa tempat penyimpanan benih kedelai berpengaruh terhadap kadar air benih, dimana kadar air tertinggi didapat pada perlakuan kantong kain yaitu 10.21 % dan terendah pada perlakuan kaleng tertutup yaitu 10.20 %. (Soemardi dan Tharir, 1985) biji kedelai yang memiliki kadar air 16 % pada periode penyimpanan dapat mengakibatkan kerusakan biji lebih besar dibandingkan dengan kadar air 9 % dan 12 %. Tatipeta, et al (2004) menyimpulkan bahwa terdapat interaksi antara kadar air, jenis kemasan dan lamanya penyimpanan terhadap kadar fosfolipid, kadar protein membrane, kadar fosfor anorganik mitokondria, aktifitas spesifik suksinat dehydrogenase, sitokrom oksidase, daya berkecambah dan vigoritas benih kedelai. (Rogers, 2006) menyatakan bahwa kesuksesan penyimpanan benih sangat dipengaruhi oleh kelembaban relatif dan suhu pada ruang simpan.
Kartono (2004), Kadar air awal benih 8 secara konstan, benih kedelai dapat disimpan di gudang biasa hingga 3 tahun tanpa menurunkan daya kecambahnya.  Penyimpanan dengan menggunakan kemasan kedap udara dan ruangan penyimpanan bersuhu < 20oC dapat mempertahankan daya kecambah benih sampai 5 tahun.  Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Soemarno dan Widiati (1985) menyatakan bahwa benih kedelai dengan kadar air 8 % secara konstan dapat disimpan sampai 3 tahun tanpa menurunkan daya kecambah dalam gudang biasa, tetapi bila kadar air 12-12.5 % dalam waktu satu tahun mengakibatkan daya kecambah benih turun menjadi 60 %. Nur Asni (2010), Menyatakan bahwa kadar air benih sangat dipengaruhi oleh kelembaban relatif ruang simpan, dimana kadar air benih meningkat atau menurun sesuai dengan kelembaban relatif yang diberikan.


No comments:

Post a Comment