Proses Fiksasi Nitrogen oleh Bintil Akar
Pengenalan Bintil Akar
Bintil akar adalah organ simbiosis
yang mampu melakukan fiksasi N dari udara sehingga mampu memenuhi kebutuhan N
dari hasil fiksasi tersebut. Seringkali bintil akar terdapat pada tanaman legum
yang tumbuh pada tanah berpasir yang kurang subur seperti tanah jenis
PMK. Bintil akar tidak selalu tumbuh di pangkal akar, ada juga yang
tumbuh di ujung-ujung akar. Bakteri yang dapat membentuk bintil akar adalah
Rhizibium dan Brodyrhizobium.
Rhizobium : Lebih banyak
membentuk bintil akar pada tanaman kacang-kacangan di daerah beriklim sedang.
Brodyrhizobium : Membentuk bintil
akar pada tanaman kacang-kacangan pada iklim tropis.
Tabel 1. Tahap Pembentukan Bintil Akar
Umur Bintil (Hari)
|
Tahap Nodulasi
|
0
|
Bakteri masuk ke
daalm rambut akar/sel epidermis
|
1-2
|
Benang infeksi
mencapai dasar sel epidermis dan memasuki korteks
|
3-4
|
Suatu massa kecil
sel-sel terinfeksi dalam premordium bintil
|
5
|
Pembagian pesat dari
sel-sel bakteri dan sel-sel inang
|
7-9
|
Bintil mulai Nampak
|
12-18
|
Pertumbuhan lanjut
dari bintil menjadi jaringan bakteroid merah muda, multi terjadi fiksasi N
|
23
|
Bintil berlanjut
menjadi periode aktif fiksasi N
|
28-37
|
Bintil mencapai besar
maksimal dan fiksasi N berlanjut
|
50-60
|
Pelapukan bintil
|
Mekanisme Penambatan Nitrogen oleh bakteri bintil akar :
Untuk menambat nitrogen, bakteri
ini menggunakan enzim nitrogenase, dimana enzim ini akan menambat gas nitrogen
di udara dan merubahnya menjadi gas amoniak. Gen yang mengatur proses
penambatan ini adalah gen nif
(Singkatan nitrogen-fixation). Gen-gen nif ini berbentuk suatu rantai, tidak
terpencar ke dalam sejumlah
DNA yang sangat besar yang menyusun kromosom bakteri, tetapi semuanya
terkelompok dalam suatu daerah.
Hal ini memudahkan untuk memotong
bagian untaian DNA yang sesuai dari kromoson Rhizobium dan menyisipkanya ke dalam mikroorganisme lain
(Prentis, 1984).
Faktor-faktor yang mempengaruhi
keberadaan bakteri bintil akar:
a) Lenoglobin
Aktifitas
nitrogenase dan fikasasi N2 oleh legume berhubungan erat dengan Lenoglobin.
Fungsi Lenoglobin diduga untuk mengirim O2 bagi respirasi dalam bintil dan produksi
ATP.
b) Sumber
makanan (BO dan perakaran)
Sumber
makanan diperlukan untuk bertahan sambil menginfeksi akar
c) Mikroorganisme
lain (sbg kompetitor di rizosfir)
Mikroorganisme
lain,terutama yang antagonis, dapat menghalangi bakteri bintil akar untuk
menginfeksi akar.
d) pH
Pertumbuhan
bakteri menghendaki pH optimal sedikit dibawah netral, sedikit alkali. Namun
beberapa dapat hidup dibawah pH 5. pH sangat rendah menghambat proses infeksi
bakteri.
e) Suhu
Suhu
optimal bagi kehidupan bakteri Rhizobium bervariasi tergantung pada spesies
tanaman dan iklim. Misal pada kacang kapri, suhu optimal yang dikehendaki
adalah 26oC. Pada suhu 20oC bintil akar tidak dapat
tumbuh dengan baik. Namun, simbiosis masih tetap efektif pada suhu 7oC
sampai 40oC. Pemanasan selama 5
menit pada suhu 60oC sampai
62oC dapat mematikan Rhizobium.
f) Kelembaban
Kelembaban
yang berlebihan akan menurunkan jumlah fiksasi N2 menurun. Kelembaban
tanah 25-75% dari kapasitas lapang optimal untuk simbiosis kedelai dan alfalfa.
g) Senyawa
racun
Atom
N dalam ion NH4+ dan dan NO3-
mengurangi bintil akar dan fiksasi N2 oleh bintil akar dengan cara mengganggu
pembentukan benang-benang
infeksi oleh Rhizobium. Mn pada kadar
tinggi mengganggu pertumbuhan bintil akar.
h)
Ketersediaan nutrisi
Atom P diperlukan untuk
pembentukan dan aktifitas bintil yang maksimal.
Ca dibutuhkan oleh
Rhizobium untuk meginfeksi akar.
Kekurangan S akan
mengganggu sitesis nitrogenase sehingga kekurangan S menurunkan fiksasi N2.
Mo adalah unsure penting bagi pertumbuhan bakteri karena Mo berperan pada
nitrogenase.
Bakteri
nitrogen
atau dikenal juga sebagai bakteri pengikat nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa
amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh
bantuan enzim nitrogenase. Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk
suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di
udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan
organisme. Secara umum, kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia, termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium, Bradyrhizobium, Mesorhizobium, Photorhizobium, dan Sinorhizobium. Contoh bakteri nitrogen yang hidup
bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum, yang hidup di akar membentuk nodul
atau bintil-bintil akar.
Rhizobium banyak digunakan sebagai pupuk hijau pada beberapa tanaman, seperti Crotalaria, Tephrosia,
dan Indigofera. Akar tanaman
polong-polongan tersebut menyediakan karbohidrat dan senyawa lain bagi bakteri
melalui kemampuannya mengikat nitrogen bagi akar. Jika bakteri dipisahkan dari
inangnya (akar), daya tangkap dan efisiensi penyerapan nitrogen oleh tanaman
akan berkurang cukup signifikan. Bintil-bintil akar melepaskan senyawa nitrogen
organik ke dalam tanah tempat tanaman polong hidup. Dengan demikian terjadi
penambahan nitrogen yang dapat menambah kesuburan tanah.
Tujuan utama bakteri mengikat
nitrogen adalah untuk bertahan hidup.
Dalam
upaya untuk bertahan hidup, bakteri ini melakukan simbiosis dengan tanaman
polong-polongan atau hidup sendiri.
Bakteri
ini mengikat nitrogen sebagai bagian dari siklus metabolisme mereka. Enzim yang digunakan bakteri untuk
mengikat nitrogen disebut nitrogenase.
Tanpa
adanya nitrogenase, bakteri tidak akan mampu melakukan proses pengikatan
nitrogen.
Berikut adalah proses kimia yang terjadi pada proses
pengikatan nitrogen:
N2 + 6H+ + 6 e- → 2NH3
Reaksi di atas hanya salah satu
contoh reaksi yang sederhana, sebenarnya terdapat proses pengikatan nitrogen
lain yang lebih kompleks. Produk akhir dari proses pengikatan
nitrogen adalah Amoniak (NH3) dan air.
Enzim
nitrogenase akan hancur ketika kontak dengan oksigen. Oleh karena itu, proses pengikatan nitrogen hanya terjadi
pada kondisi anaerob (tanpa oksigen) atau oksigen yang dinetralkan dengan bahan
kimia lain seperti Leghemoglobin.
No comments:
Post a Comment