Fiksasi
Nitrogen oleh Bakteri Rhizobium
Menurut Maier, dkk (2000) bakteri
dalam genus Rhizobium merupakan bakteri gram negatif, berbentuk bulat
memanjang, yang secara normal mampu memfiksasi nitrogen dari atmosfer. Umumnya
bakteri ini ditemukan pada nodul akar tanaman leguminosae. Morfologi Rhizobium dikenal sebagai bakteroid. Rhizobium
menginfeksi akar leguminoceae melalui ujung-ujung bulu akar yang tidak
berselulose, karena bakteri Rhizobium tidak dapat menghidrolisis selulose.
Rhizobium yang tumbuh dalam bintil
akar leguminoceae mengambil nitrogen langsung dari udara dengan aktifitas
bersama sel tanaman dan bakteri, nitrogen itu disusun menjadi senyawaan
nitrogen seperti asam-asam amino dan polipeptida yang ditemukan dalam
tumbuh-tumbuhan, bakteri dan tanak disekitarnya. Baik bakteri maupun legum
tidak dapat menambat nitrogen swcara mandiri, bila Rhizobium tidak ada dan
nitrogen tidak terdapat dalam tanah legum tersebut akan mati.
Bakteri Rhizobium hidup dengan
menginfeksi akar tanaman legum dan berasosiasi dengan tanaman tersebut, dengan
menambat nitrogen. Suatu sistem berdasar pada infeksi spesifik pada jenis inang
Legum digunakan untuk menggolongkan Rhizobium secara tepat lebih dari 50 tahun.
Kekhususan infeksi mempunyai banyak atraksi praktis yang memperhatikan aplikasi
Teknologi Rhizobium, sungguhpun tidak sempurna sebab banyak strains rhizobia
bisa menginfeksi ke kelompok spesifik lain dan sebab ada bukti persamaan baru
dari taxonomic kimia dan data taxonomic kwantitatip. Tinggal suatu ukuran
penting untuk spesiasi genus pada Manual Bergey Systematic Bacteriology, dengan
modifikasi bersama data taxonomic baru (Jordan 1984). Tidak hanya bakteri Rhizobium, Azotobacter di dalam tanah
berperan dalam pengaturan siklus nitrogen, yaitu melakukan fiksasi nitrogen dan
mengubahnya menjadi Ammonia (NH3). Dalam sel bakteri ini terdapat
sebuah alat yang berperan dalam biokatalis, yaitu enzim nitrogenase. Enzim
inilah yang berperan dalam mengubah N2 menjadi NH3.
Bakteri ini memiliki ciri-ciri yang
berbeda dengan bakteri lain. Jika kita melihat bentuk koloninya, misalnya;
bentuknya bulat, bening, keruh atau opaque, dan putih, permukaannya halus
mengkilap, tepi rata,dan berlendir. Bentuk sel Azotobacter bermacam-macam, dari
bentuk batang pendek, batang, dan oval serta bentuk yang bermacam-macam,
sehingga bakteri ini dikenal sebagai bakteri dengan bentuk sel pleomorfik.
Bakteri ini umumnya Gram negative, namun spesies tertentu dari bakteri ini Gram
variabel. Artinya, pada saat berumur muda bakteri ini Gram negatif, namun
setelah berumur tua akan berubah menjadi Gram positif.
Akhir-akhir ini ditemukan simbiosis
asosiasi antara bakteri Azospirillum
lipoferum dan akar tumbuhan termasuk rumput tropikal Digitaria decumbens, juga jenis rumput tropikal Paspalum
notatum mampu
melakukan fiksasi N bersama-sama
bakteri Azotobacter
paspalli di dalam akar (Dobereiner, 1978, dalam Rompas, 1998).
Hasil penelitian tentang fiksasi N
ini menunjukkan bahwa ada cukup banyak genera bakteri yang dapat memfiksasi N
termasuk spesies dari Bacillus, Clostridium, dan Vibrio. Pada habitat perairan,
cyanobacteria adalah kelompok utama yang melakukan fiksasi N (Anabaena, Nostoc,
Gloeotrichia, Oscillatoria, Lyngbya, dll). Komponen yang berperan dalam
fiksasi N di habitat perairan adalah heterocyst, tapi ada cyanobacteria yg
tidak memiliki heterocyst yg juga dpt fiksasi N. Fiksasi N memerlukan cukup
banyak energi dalam bentuk ATP dan koenzim.
What are the best slot machines and why do so many - DrmCD
ReplyDeleteThe most important thing is that you will enjoy casino games when 구리 출장마사지 you 정읍 출장샵 try 하남 출장안마 them in virtual reality. 서귀포 출장마사지 If you want to play free slots, you 정읍 출장샵 need to